CYBER INFIDELITY DALAM RUMAH TANGGA MUSLIM (STUDI ATAS PROBLEMATIKA HUKUM PERCERAIAN ISLAM DI ERA DIGITAL)
DOI:
https://doi.org/10.69698/jis.v3i2.1767Keywords:
Maqāṣid al-Syarī‘ah, Hukum Keluarga Islam, Perceraian, Cyber InfidelityAbstract
Fenomena cyber infidelity merupakan bentuk permasalahan dalam keluarga yang tidak melibatkan hubungan fisik, namun berpotensi menimbulkan konflik, bahkan perceraian. Fenomena ini menghadirkan tantangan baru bagi hukum keluarga Islam dan hukum positif Indonesia karena belum diatur secara eksplisit sebagai alasan perceraian. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konstruksi hukum keluarga Islam yang responsif terhadap perkembangan teknologi digital terkait dengan cyber infidelity sebagai alasan perceraian. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian hukum normatif dengan pendekatan deskriptif-analisis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap sejumlah bahan hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyber infidelity telah menjadi faktor pemicu keretakan rumah tangga yang dalam praktik peradilan agama dikualifikasikan sebagai perselisihan dan pertengkaran terus-menerus (marital breakdown). Penelitian ini menawarkan konstruksi hukum keluarga Islam berbasis maqāṣid al-syarī‘ah yang menempatkan kesetiaan digital (digital fidelity) sebagai bagian dari perlindungan keutuhan keluarga di era digital. Implikasi penelitian ini adalah perlunya penguatan regulasi, pedoman pembuktian elektronik, dan literasi keluarga digital untuk menjawab dinamika hukum keluarga kontemporer.
References
Ali, Z. (2021). Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.
Amiruddin dan Asikin, Z. (2022). Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Asnawi, M. N. (2023). “Kedudukan Bukti Elektronik dalam Hukum Acara Perdata Indonesia.” Jurnal RechtsVinding, 12(3), 401-420. https://rechtsvinding.bphn.go.id/ejournal/index.php/jrv/article/view/1047
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2024). Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024. Jakarta: APJII.
Auda, Jasser. (2018). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: IIIT.
Azkiyah, H. A., Samsudin, and Djumhur, A. (2025). “Cyber Cheating sebagai Bentuk Pelanggaran Hak Pasangan Suami Istri dalam Hukum Keluarga Islam: Cyber Cheating as a Form of Violation of Wife’s Rights in Islamic Family Law.” BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam, 6(2), 360-375. https://doi.org/10.36701/bustanul.v6i2.2317
Baidowi, A. D., & Sukandar, S. (2025). “Perceraian Digital: Peran Media Sosial Dalam Retaknya Rumah Tangga Di Era Teknologi.” Ta’lim: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 4(2), 56-60. https://www.ejournal.staihitkediri.ac.id/index.php/talim/article/view/120
Castells, M. (2010). The Rise of the Network Society, 2nd ed. Oxford: Blackwell Publishing.
Chaudhry, A. S. (2023). “Islamic Ethics, Marriage and Digital Relationships.” Journal of Islamic Ethics, 7(2), 45-63. https://brill.com/view/journals/jie/jie-overview.xml
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Docan-Morgan, T. & Docan-Morgan, D. M. (2021). “The Meanings of Cyber Infidelity in Marriage.” Journal of Social and Personal Relationships, 24(6), 943-955. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0265407507084198
Ehrlich, Eugen. (2017). Fundamental Principles of the Sociology of Law. New Jersey: Transaction Publishers.
Eva, Y., Septia, S., dan Oktavianani, W. (2025). “Media Sosial Pemicu Perceraian (Studi Kasus Di Pengadilan Agama Padang Kelas 1a).” Ijtihad, 36(2), 39-50. https://journals.fasya.uinib.org/index.php/ijtihad/article/view/39
Glass, S. & Wright, Thomas, W. (2018). Just Friends? Protect Your Relationship from Infidelity and Heal the Trauma of Betrayal. New York: Free Press.
Harahap, M. Yahya. (2022). Hukum Perkawinan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika.
Mark, K. (2020). “Online Infidelity and Relationship Outcomes.” Sexual and Relationship Therapy, 35(4), 456-470. https://www.tandfonline.com/journals/csmt20
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Jakarta: Kencana.
ND, M. F. dan Achmad, Y. (2017). Dualisme Penelitian Hukum Normatif dan Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pramudita, A. P., Rohmat, & Syeh Sarip Hadaiyatullah. (2026). “Analisis Hukum Keluarga Islam Terhadap Perceraian Akibat Perselingkuhan Di Media Sosial.” Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam, 7(1), 60-74. https://doi.org/10.15575/as.v7i1.54658
Ragen, Pamela. (2021). Close Relationships in a Digital Age. New York: Routledge.
Riani, K. A., Aufa, R. M., & Hafidzi, A. (2025). “Implikasi Hukum Teknologi Digital Terhadap Institusi Perkawinan: Pernikahan Virtual, Aset Digital Dalam Harta Bersama, Dan Cyber Divorce.” Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(2), 1680-1694. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i2.1158
Rofifa, G. (2025). “Analisis Yurisprudensi Putusan Peradilan Agama terkait Perceraian yang dipicu oleh Media Sosial.” Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 38650-38660. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i3.34816
Ropei, A & Sururie, R. W. (2021) “Dinamika Penjatuhan Talak melalui Watshapp dalam Paradigma Pembaharuan Hukum Keluarga Islam”. Al-Hukama: The Indonesoan Joirnal of Islamic Family Law, 11(1): 160-184. https://doi.org/10.15642/alhukama.2021.11.1.160-184.
Muhtar, A & Ropei, A. (2023). “Pengaturan Hak Gugat Cerai Perempuan di Dunia Muslim: Studi di Indonesia, Maroko dan Mesir”. Mim: Jurnal Kajian Hukum Islam, 1(2): 142-171.
Salsabila, N., dan Bernesa, N. (2026). “Fenomena Perselingkuhan di Era Digital: Analisis Hukum Keluarga Islam Terhadap Kasus Publik Figur di Media Sosial.” Journal Sains Student Research, 4(3), 373-388. https://doi.org/10.61722/jssr.v4i3.10370
Soekanto, S. dan Mamudji, S. (2018). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Syariah, S., Mariani, Hanum, L., dan Irawan, S. (2025). “Analisa Tingkat Perceraian Di Pengadilan Agama Rantauprapat Kelas 1b Tahun 2024 Menggunakan Metode Naive Bayes.” Journal Computer Science and Information Technology (JCoInT), 6(1), https://jurnal.ulb.ac.id/index.php/JCoInT/article/view/7850/0
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024.
Vaughan, D. K. (2020). “The Dark Side of Digital Intimacy: Emotional Affairs in Online Communication.” Journal of Marital and Family Therapy, 46(3), 512-528.
Weiss, R. (2022). “Technology, Intimacy and Marital Conflict.” Family Process, 61(2), 633-649. https://onlinelibrary.wiley.com/journal/15455300
Yunis, N. R. (2024). “Digital Society and the Transformation of Family Law in Indonesia.” Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 24(1), 45-62. https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/ahkam/article/view/38177
Zahratunnisa, Salsabila, A. P., dan Hakum, M. A. (2025). “The Axiology of Divorce and Reconciliation in Digital Infidelity among Young Muslim Couples.” NALAR: Jurnal Peradaban Dan Pemikiran Islam, 9(2), 192-217. https://doi.org/10.23971/njppi.v9i2.11012
Zakirman, A. F., Manda, R. M., Rohana, S., & Mariska, R. (2024). “CyberAffair: The Phenomenon of Infidelity in the Digital Age from the Perspective of Fiqh Rules.” Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 5(3), 769-783. https://doi.org/10.24252/shautuna.v5i3.51465
Zein, M. R. Y. (2025). “Pembuktian Perselingkuhan Digital dalam Putusan Pengadilan Agama Kediri Nomor 0277/Pdt.G/2017/PA.Kdr.” Sakina: Journal of Family Studies, 4(1), 51-68. https://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/sakina/article/view/28471
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2024 Reza Pahlevi Nurfaiz, Abdul Gofur

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





