Akulturasi Islam dan Budaya Jawa dalam Tradisi Grebeg Keraton Surakarta: Analisis Literatur Perspektif Clifford Geertz tentang Nilai dan Identitas
DOI:
https://doi.org/10.69698/jis.v5i1.1501Keywords:
Akulturasi Islam–Jawa, Tradisi Grebeg, Antropologi Simbolik, Identitas BudayaAbstract
Latar Belakang: Akulturasi Islam dan budaya Jawa merupakan fenomena sosial-budaya yang membentuk praktik keberagamaan masyarakat Jawa melalui proses adaptasi dan integrasi nilai-nilai keagamaan dengan tradisi lokal. Salah satu wujud nyata akulturasi tersebut adalah tradisi Grebeg Keraton Surakarta yang hingga kini tetap dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus media ekspresi nilai-nilai Islam. Tujuan Penelitaian: Untuk menganalisis tradisi Grebeg Keraton Surakarta sebagai bentuk akulturasi Islam–Jawa melalui perspektif antropologi simbolik Clifford Geertz, khususnya dalam memahami relasi antara simbol, sistem nilai, dan identitas budaya. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan mengenai tradisi Grebeg, Islam Jawa, serta antropologi simbolik. Hasil Penelitian: Tradisi Grebeg merupakan representasi akulturasi Islam dan budaya Jawa yang diwujudkan melalui simbol-simbol religius, sosial, dan politik. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual seremonial, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai-nilai Islam yang dikemas dalam ekspresi budaya Jawa tanpa menghilangkan identitas lokal. Perspektif antropologi simbolik Geertz memperlihatkan bahwa simbol-simbol dalam Grebeg mengandung makna yang merefleksikan sistem kepercayaan, legitimasi kekuasaan, serta solidaritas sosial masyarakat. Kesimpulan: Tradisi Grebeg Keraton Surakarta merepresentasikan identitas Islam–Jawa yang bersifat dinamis, adaptif, dan berkelanjutan, sehingga akulturasi budaya menjadi strategi yang efektif dalam mempertahankan nilai-nilai keagamaan sekaligus melestarikan kearifan lokal di tengah perubahan sosial dan modernitas.
References
Abidatul, H. (2025). Akulturasi budaya Hindu-Islam dalam tradisi upacara grebeg di Jawa. 3, 464–473.
Adib, A., & Saddhono, K. (2013). Paradigma Budaya Islam- Jawa Dalam Gerebeg Maulud Kraton Surakarta. In Alqalam (Vol. 30, Issue 2). https://doi.org/10.32678/alqalam.v30i2.1081
Anam, A. K. (2016). Jejak Clifford Geertz Di Indonesia: Mengoreksi Trikotomi Santri, Abangan Dan Priyayi. JURNAL MOZAIC ISLAM NUSANTARA, 2(2), 1–14. https://journal.unusia.ac.id/index.php/mozaic/article/view/80
Asy’arie, S. M., & Faristiana, A. R. (2024). Acculturation Of Culture And Religion In The Grebeg Sewulan Tradition In Dagangan District, Madiun Regency. 02, 166–179.
Creswell, J. W. (2009). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications, Inc.
Fadhil, A., Hati, R. P., Salsabila, M., Fauzan, T. U., & Alifya, M. N. (2025). An Analysis of Azyumardi Azra’s Thought on Islamic Identity in the Era of Globalization. Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies, 9(2), 281–298.
Farida, R. N., & Shofi’unnafi. (n.d.). Melestarikan Simbol Integrasi Agama dan Budaya di Era Modern: Analisis Potensi Wisata Grebeg Maulud di Surakarta. Jurnal MD, 275–288.
Geertz, C. (n.d.). religionasaculturalsystem-geertz.pdf.
Geertz, C. (1960). The religion of Java.
Herskovits, M. J. (1938). ACCULTURATION THE STUDY OF CULTURE CONTACT.
Jessie. (n.d.). CHAPTER 4 ACCULTURATION. In THE PSYCHOLOGY OF ETHNIC GROUPS IN THE UNITED STATES (p. 110).
Khairiyah, N., & Abdillah, A. (2023). Peradaban Islam Nusantara Mewarnai Corak Keislaman di Asia Tenggara. Alhamra: Jurnal Studi Islam, 4(2), 157–169.
Laili, B. N., Albani, A., Anggreini, M. S., & Puspa, A. (2024). Tradisi Grebek Suro Sebagai Bentuk Rasa Syukur Masyarakat Trowulan Mojokerto. 06(03), 68–77.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Thousand Oaks: SAGE.
Millah, N. H., Mafazah, F. A., & Rahma, N. A. (2022). Kepercayaan Masyarakat Terhadap Kebudayaan Grebeg dalam Tinjauan Pendidikan Islam. 2(2), 111–116.
Mirawati, T. (2016). Nilai-Nilai Islam Dalam Tradisi Garebeg Mulud dan Implikasinya Terhadap Masyarakat.
Purwadi. (2014). Harmony Masjid Agung Kraton Surakarta Hadiningrat. 12(1), 72–84.
Salsabila, S. A., Alfatah, M. S., Tazkyatunnisa, H., Jabbarudin, I., & Pangestu, A. R. (2024). Makna Nilai Budaya Grebeg Syawal di Yogyakarta dan Surakarta. Historia Islamica: Journal of Islamic History And Civilization Journal of Islamic History And Civilization, 3(2), 95–103.
Schwartz, S. J., Unger, J. B., Zamboanga, B. L., & Szapocznik, J. (2013). Rethinking the Concept of Acculturation: Implications for Theory and Research. Journal NIH Public Access, 65(4), 237–251. https://doi.org/10.1037/a0019330.Rethinking
Subur. (2017). Religi Grebeg Sura di Banyumas. Ibda’ Jurnal Kebudayaan Islam, 15(1).
Woodward, M. (2019). Islamicate Civilization and National Islams: Islam Nusantara, West Java and Sundanese Culture. 9(2), 148–187. https://heritage.kemenag.go.id/index.php/heritage/article/view/542/353
Yusuf, C. F. (2014). Islamisasi di Jawa : Kritik atas Islamisation and Its Opponents in Java , Karya Ricklefs. Jurnal Lektur Keagamaan, 12(2), 441–464.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Fatiha Nur Laili Azizah, Muhana Ayu Devita, Imro’atus Sholikhah, Khoridatul Bahiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





